OLYMPISM

OLYMPISM
Oleh : Prof. Imam Suyudi
Direktur NOA of Indonesia

PENDAHULUAN

Pandangan beberapa Ahli
Filsafat yang ada kaitannya dengan olahraga

Socrates telah menganjurkan agar orang selalu menjaga kondisi badannya, karena menurut pandangannya, “badan yang kuat dan sehatmerupakan penjaga yang baik bagi manusia.”
Plato mengemukakan bahwa ”Olahraga bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai alat untuk menjadikan manusia menjadi orang yang sehat.” Plato juga percaya bahwa kebahagiaan seseorang ataupun masyarakat selalu tergantung dari hasil pendidikan yang tugasnya bukan dibebankan kepada orang tua saja, (tetapi juga menjadi tanggung jawab
sekolah dan masyarakat, pen.)
Aristoteles berpendapat bahwa ”Kesehatan pikiran selalu tergantung dari kesehatan badan, maka olahraga hendaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan.
Mangku Negoro VI dalam Serat Whedatama mengatakan ” Orang yang segar badannya, otot dan tulang sumsum yang tertata kuat akan menjadi tempat bersemayamnya jiwa yang mapan, dan hati menjadi tenang. Tenangnya hati membuat orang merasa tenteram” (dari Prof. Sugiyanto)

Pierre de Coubertin menganggap bahwa cita-citanya belum dapat tercapai dalam membentuk moral manusia yang tinggi melalui olahraga yang dapat mempengaruhi mind and body. Oleh karena itu beberapa bulan sebelum Pierre meninggal pada tahun 1937 ia sempat menulis : “Saya belum dapat melaksanakan dengan seksama apa yang saya inginkan. Saya percaya bahwa suatu Center of Olympic Studies akan dapat membantu
menjaga dan mengembangkan apa yang telah saya perbuat dan cita-citakan. Masalah inilah yang tetap menjadi ketakutan saya. Setelah melakukan beberapa kali usaha, akhirnya pada tahun 1961 Carl Diem dan Loannis Ketseas dengan ketetapan hatinya mendirikan the International Olympic Academy sebagai centre of Olympic Studies seperti yang diinginkan oleh Pierre de Coubertin.

Pandangan Piere de Coubertin ini ternyata mempengaruhi pola pikir para pemimpin dunia dalam usaha membentuk dunia yang aman dan sejahtera melalui kegiatan olahraga yang tertata, mulai dari usia dini, berjenjang dan berkelanjutan.

Olahraga diberi peranan yang sangat penting dalam membentuk manusia, membentuk komunitas yang ramah ditingkat nasional, regional maupun global. Melalui olahraga orang dapat meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam bermasyarakat, dapat meningkatkan dan menjaga kesehatan, serta meningkatkan pemahaman terhadap situasi lingkungannya. Dengan berpartisipasi dalam program olahraga yang tertata dengan baik sesorang akan mendapatkan pengalaman dalam hidup kebersamaan, kebebasan untuk berprestasi melalui aturan yang benar bagi semua pesertanya. Khusus bagi wanita, penyandang cacad maupun mereka yang mental retarded, olahraga dengan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya akan dapat meningkatkan keterampilan dalam berkehidupan di masyarakat, meningkatkan kepercayaan dan harga diri, memberikan pengalaman untuk dapat memimpin. Pengalaman-pengalaman tersebut amat penting bagi mereka yang pada umumnya kurang mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi sosial di luar rumah.

Begitu pentingnya peranan pendidikan jasmani dan olahraga bagi kepentingan dunia, maka program-program pendidikan jasmani dan olah raga bukan hanya menjadi tanggung jawab IOC beserta jajarannya dan dunia pendidikan saja, akan tetapi sekarang ini pada Abad XXI United Nation (PBB) menganggap bahwa pendidikan jasmani dan olahraga merupakan wahana yang sangat penting. Sidang The United Nations General Assembly dalam Resolusinya 58/5, berjudul ”Olahraga sebagai wahana untuk mempromosikan Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan dan Perdamaian” Resolusi ini mempromosikan tahun 2005 sebagai Tahun Internasional pendidikan jasmani dan olahraga.
U.N. (Concept)

OLYMPISM
Olympism adalah suatu falsafah kehidupan, menyatunya dalam keseimbangan antara badan yang sehat, kemauan dan kecerdasan dalam membangun kehidupan yang damai.

Olympism disebarluaskan melalui gerakan olimpiade (olympic movement) dimana olahraga sebagai titik sentralnya.

Olahraga sebagai wahana dan sekaligus cara untuk membangun manusia yang utuh baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan. Jadi olahraga bukanlah suatu tujuan, melainkan suatu wahana untuk membentuk manusia yang dilandasi prinsip-prinsip dasar yang telah dicanangkan melalui Olympic Charter. Prinsip- prinsip dasar Olympic Charter meliputi :

1. Gerakan Olimpiade modern pernah dicetuskan oleh orang-orang yang mengikuti konggres Paris Atletik Internasional yang diselenggarakan pada bulan Juni 1894. Gerakan tersebut menjadikan kesan yang mendalam bagi de Coubertin yang kemudian menjadi cita-cita untuk dapat di terapkan dan disebar luaskan. Komite Olahraga Internasional (IOC) telah membentuk dirinya pada tanggal 23 Juni 1894. Konggres ke XII yang
diselanggarakan pada bulan Agustus 1994 merupakan peringatan 100 tahun berdirinya IOC, diselanggarakan di Paris dan disebut pula sebagai “Konggres untuk Persatuan (Congress of Unity)”.

2. Olympism adalah suatu filsafat kehidupan, keterkaitan yang utuh /menyatu dalam keseimbangan antara badan yang sehat, kemauan dan kecerdasan. Menyatunya olahraga dengan kebudayaan dan pendidikan menjadikan gerakan olahraga sebagai wahana untuk mengembangkan pola hidup sehat melalui usaha yang menggembirakan, meningkatkan perilaku yang didasari atas prinsip-prinsip dasar etika secara universal.

3. Tujuan Olympism adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.

4 Gerakan Olimpiade yang diprakarsai oleh IOC berawal dari pandangan Olimpiade modern dan kemudian dikembangkan dan disebar luaskan melalui berbagai program kegiatan.

5. Tujuan gerakan olimpiade (Olympic Movement) adalah memberikan sumbangan dalam membentuk suatu kedamaian dan kehidupan yang lebih baik dengan memberikan pendidikan anak-anak muda melalui kegiatan / program olahraga dengan tidak memandang adanya perbedaan-perbedaan berdasarkan semangat Olympiade, memperhatikan persamaan pandangan dengan suatu semangat persahabatan, kebersamaan dan fair play.

6. Dibawah pengawasan IOC, gerakan Olimpiade meliputi organisasi organisasi, para olahragawan dan siapa saja yang bersedia melakukan program kegiatan yang sesuai dengan Olympic Charter. Gerakan Olimpiade menggunakan kriteria yang kesemuanya diakui oleh IOC. Organisasi dan management olahraga harus diawasi oleh organisasi olahraga yang mandiri di bawah naungan IOC.

7. Kegiatan gerakan Olimpiade dilambangkan dengan lima lingkaran, bersifat universal dan permanen. Lingkaran tersebut menggambarkan lima Benua. Kegiatan tersebut berlanjut dan berkesinambungan yang akhirnya mencapai puncaknya dalam pertemuan olahragawan dari seluruh benua dalam festival akbar olahraga, yaitu Olympic Games.

8. Melakukan olahraga adalah hak asasi manusia. Setiap orang harus diberi kesempatan untuk melakukan olahraga sesuai dengan kebutuhannya masing-masing

9. Olympic Charter adalah kodifikasi dari Prinsip-Prinsip Dasar (Fundamental Principles), Aturan-Aturan dan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga yang telah disetujui IOC. Olympic Charter mengatur pelaksanaan Gerakan Olimpiade dan organisasinya, termasuk
mengatur pelaksanaan Olympic Games. Tujuan Gerakan Olimpiade adalah untuk mengadakan dan menyebar luaskan olahraga, untuk menjamin keberadaan dan kekuatannya, sehingga memungkinkan mereka melaksanakan tugas pendidikan yang diembankan kepadanya dalam dunia modern ini, untuk kejayaan individu atlet melalui
aktivitas jasmaninya diperlukan untuk melestarikan nilai/semangat fair play secara umum dalam berkompetisi Tujuan akhir olahraga terletak dalam peranannya sebagai wahana unik dalam menyempurnakan watak manusia, sebagai sarana untuk memiliki dan membentuk kepribadian yang kuat, serta menumbuh kembangkan sifat yang mulia. Hanya orang-orang yang memiliki kebajikan moral seperti inilah yang menjadi warga masyarakat yang berguna
(Piere de Coubertin / Toho)

GERAKAN OLIMPIADE

Manusia di negara manapun mencintai olahraga. Nilai-nilai olahraga seperti kesegaran jasmani, jujur, kerja sama, keinginan untuk mencapai sesuatu keunggulan merupakan sifat yang universal. Olahraga selalu dapat dimanfaatkan sebagai usaha yang kuat dalam kehidupan manusia untuk menanggulangi keterpurukan karena peperangan maupun kemiskinan khususnya yang menyangkut kehidupan anak-anak. Tahun Internasional Olahraga dan Pendidikan Jasmani mengingatkan kepada Pemerintah, organisasi-organisasi internasional dan kelompok masyarakat dimana saja untuk menggerakkan olahraga dalam usaha mempromosikan hak azasi dan kesejahteraan manusia serta perdamaian.
Kofi Annan (United Nation)

Olahraga yang dilakukan secara teratur akan memberikan pelajaran yang beguna dalam kehidupan di masyarakat. Toleransi, kerja sama, kebersamaan adalah masalah yang perlu mendapat perhatian kemudian dikembangkan melalui kegitan olahraga yang berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Nilai-nilai dasar olahraga searah dengan prinsip-prinsip United Nation Charter. Olahraga adalah segalanya, tidak mengenal batas, dan dapat masuk ke semua bidang.
Adolf Ogi (Special Advisor to the United Nations Secretary-General on Sport for Development and Peace)

OLAHRAGA SEBAGAI ”SEKOLAH UNTUK KEHIDUPAN”

Olahraga yang dilakukan melalui perancangan dan palaksanaan yang benar merupakan sekolah yang baik bagi kehidupan masa sekarang dan masa depan, oleh karena itu olahraga yang dimulai sejak anak-anak berada di sekolah dasar yang dikenal dengan istilah mata palajaran pendidikan jasmani haruslah mendapat perhatian dan ditunjang dengan segala aspek yang diperlukan. Keterampilan yang diperolah melalui berbagai macam partisipasi dalam permainan merupakan dasar perkembangan manusia secara keseluruhan. Keterampilan tersebut dapat berupa kerja sama, percaya dan harga diri yang merupakan faktor-faktor penting yang mendasar untuk membentuk pribadi manusia agar mereka dapat dan mampu berpikir dan berbuat untuk kepentingan dirinya, masyarakat, negara, bangsa dan dunia (kepentingan masa depannya)
Keterampilan dan nilai-nilai yang dapat dipelajari melalui olahraga

kooperatif                                          fair play
komunikatif                                      berbagi kesenangan dan
menghormati peraturan                 kesusahan
masalah dan pemecahannya         menghargai diri sendiri
saling mengerti                                percaya kepada orang lain
memahami orang lain                    menghormati orang lain
kepemimpinan                                toleransi
menghargai usaha keras               ulet dan tabah
menyikapi kemenangan               disiplin
menyikapi kekalahan                    percaya diri

Sport for Development and Peace
(United Nation)

Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat

Pada tahun 1982 Presiden Republik Indonesia telah mencanagkan Panji Olahraga yang lebih dikenal dengan “Memasyarakatkan OLahraga dan Mengolahragakan Masyarakat”. Memasyarakatkan olahraga diletakkan dalam permulaan kalimat, ini memberikan arti bahwa olahraga beserta nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya harus mendapat perhatian, di pahami dan di hayati terlebih dahulu oleh semua pembina olahraga sehingga dalam menyebar luaskan nilai-nilai olahraga melalui program kegiatan yang telah dirancang dengan baik dapat berpengaruh terhadap perilaku para peserta kegiatan, terutama pada anak-anak.
Setelah para pembina olahraga memahami, menghayati dan siap mengabdi melakukan program kegiatan keolahragaan yang telah dirancang dengan baik, maka mulailah program ”Mengolahragakan Masyarakat” di sebar luaskan, dilaksanakan, di monitor, di evaluasi, dipertahankan dan dikembangkan untuk selamanya.
Program ”Mengolahragakan Masyarakat” adalah suatu program olahraga yang diharapkan dapat dilakukan oleh sebanyak mungkin warga negara dalam usaha menyebar luaskan olahraga beserta nilai-nilai luhurnya, membuat orang menjadi sehat jasmani dan rokhani sesuai dengan kalimat yang ada dalam Lagu Kebangsaan kita Indonesia Raya yaitu ”Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya”

Program untuk menyebarluaskan Olympism (Olympic Education)
Program-program ini dikoordinasikan oleh NOA (National Olympic Academy)
of Indonesia di bawah naunagan Komite Olimpiade Indonesia.
Tahun 2007 :

1. Mengirimkan utusan ke Olympia untuk mengikuti : 9th International Session for Directors of National Olympic Academy : 1 – 8 Juni 2007 (utusan Bp. Oong dan Prof. Imam Suyudi sebagai Direktur NOA).

2. Mengirimkan utusan ke Olympia untuk mengikuti : 47th International \session for Young Participants Sdri. Evalina (KONI Provinsi Banten).

3. Mengirim utusan ke Kuala Lumpur (Malaysia) International Session for Young Participants Sdr. Subhan (PB. PJSI)

4. Menyelenggarakan Gerakan Olympism untuk Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah.

5. Menyelenggarakan kegiatan National Session for Young Participants

6. Menyelenggarakan kegiatan International Session for Young Participants

7. Menyelenggarakan Olympic Day Run di KONI Provinsi Bali.

 

Sumber: http://koni.or.id/

Iklan
Dipublikasi di Artikel Olahraga | Tag , , | Meninggalkan komentar

Tim Putri Bolavoli Sidoarjo Juara 1 Porprov V 2015

Pemain Putri Bolavoli Kab Sidoarjo Tim Porprov V 2015 Jawa Timur

20150613_142203

Intan-Kusuma-Wardani

Intan Kusuma Wardani

Rizka Aditya Oktaviana

Rizka Aditya Oktaviana

Nanda Putri Lestari

Nanda Putri Lestari

Cornelia Verren Erst Mayorry

Cornelia Verren Earts Mayorry

Gita

Gita

20150612_175444

Dewi

Niluh Rahayu Handayani

Niluh Rahayu Handayani

Ria

Ria

Okky Dewi

Okky Dewi

Selvia

Selvia

Devi

Devi

Winda Prameswara

Winda Prameswara

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ketrampilan dasar Bermain Bola voli

Mengembangkan Ketrampilan dasar Bermain Bola Voli untuk sukses

Fundamental, Fundamental, Fundamental

mengenal-olahraga-bola-voli-mini Saya yakin Anda sudah sering mendengar kunci keberhasilan dalam olahraga berfokus pada fundamental. Pernyataan ini mungkin lebih benar dalam bola voli daripada olahraga lainnya.

Dipublikasi di Article | Meninggalkan komentar

Cara Bermain Voli

Materi Pertandingan, Keterampilan, Posisi, Peraturan, dan Strategi

Cara bermain bola voli tingkat dasar

cara latihan dasar bermain bola voli

Ketika pertama kali belajar bagaimana bermain voli, Anda perlu untuk memahami objek dari permainan. Tujuan permainan ini adalah untuk mengalahkan lawan Anda dalam jumlah point (angka) yang telah ditetapkan.

Di masa lalu, voli dimainkan dengan 15 poin dan poin dicetak  hanya ketika tim yang melakukan servis memenangkan reli. Sebaliknya apabila tim yang tidak melakukan servis memenangkan reli maka tim tersebut tidak mendapatkan poin, servis berpindah ke tim yang memenangkan reli.

Saat ini, Relly Scoring terutama digunakan dalam setiap pertandingan yang berarti mencetak poin sebagai hasil dari setiap memenangkan reli dalam permainan. Kebanyakan permainan bola voli saat ini adalah reli scoring dan dimainkan 25 poin. Untuk memenangkan permainan, Anda harus mencetak poin lebih dari lawan dan memimpin dengan minimal 2.

Memenangkan reli

Ketika pertama kali belajar bagaimana untuk bermain voli, sangat penting untuk memahami bagaimana untuk mencetak poin. Untuk mencetak poin dalam bola voli, tim harus memenangkan reli. Reli dimulai oleh server (tim yang melakukan servis) yang menservis bola ke dalam lapangan permainan lawan. Bola disajikan melewati atas net ke tim lawan. Lawan kemudian mendapat kesempatan maksimum tiga hits (sentuhan) untuk mengembalikan bola kembali melewati net.

Sebuah tim menang reli jika?

  • lawan yang tidak berhasil mengembalikan bola
  • pemain memukul bola ke dalam lapangan permainan lawan dan lawan tidak bisa mengembalikannya.
  • pemain memukul bola di luar batas
  • tim memukul bola diluar garis permainan lawan
  • pemain melakukan kesalahan ketika bermain bola

Aturan Dasar

Voli Indoor dimainkan dengan dua tim yang masing-masing terdiri dari 6 pemain . Setiap tim memiliki 3 pemain barisan depan dan 3 pemain baris belakang. Para pemain barisan depan terutama memukul dan melakukan blok. Para pemain barisan belakang terutama melakukan passing (mengoperkan) dan digging (mengembalikan bola) dari serangan lawan.

Dua Tim yang sedang bertanding dipisahkan oleh Net (jaring) di mana bola harus menyeberang diatas net (jaring).

Tinggi jaring yang digunakan sebagai pemisah dua tim yang sedang bertanding tingginya 2.43 meter untuk pria dan 2.24 meter untuk tim putri

Keterampilan Dasar

Ada beberapa keterampilan dasar bermain bola voli dan posisi lapangan yang harus Anda ketahui sebelum Anda mulai bermain voli. Keterampilan yang tercantum di sini hanya ketrampilan dasar.

Keterampilan dasar untuk bermain voli servis, passing, pengaturan atau mengoperkan, menyerang, mengeblok (menghalangi) dan digging (menerima) agar bola tidak jatuh ke tanah. Servis adalah apa yang dilakukan untuk memulai permainan. Passing bola adalah keterampilan yang dilakukan oleh pemain yang menerima bola. Pengaturan adalah tindakan yang dilakukan oleh pengumpan bola ke rekan satu timnya. Pengaturan biasanya dilakukan dalam gerakan overhead (dengan melakukan toss) yang menggunakan tangan.Pemain yang mengalami kesulitan untuk mengoperkan bola ke teman setimnya dengan menggunakan sentuhan diatas kepala dapat melakukan dengan passing bawah menggunakan dua lengannya.

Menyerang atau spiking adalah tindakan mengirim bola melewati net ke lapangan lawan. Serangan biasanya dilakukan dengan mengambil langkah-langkah atau ancang-ancang untuk mendekati net untuk melompat dan memukul bola. Dalam permainan bola voli melakukan serangan dengan pemukulan  sering dianggap sebagai keterampilan yang paling menyenangkan.

Blok adalah tindakan mencoba untuk mencegah bola melewati net (jaring) ke lapangan Anda.

Digging (Menggali / passing bawah) adalah tindakan bermain bola dengan cara mencegah bola agar tidak menyentuh lapangan setelah mendapat serangan lawan.

Untuk mendapatkan keterampilan voli yang baik ini, memerlukan peningkatan kemampuan fisik dan koordinasi tangan-lengan-dan-mata. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan rekan se tim  Anda dan memiliki pemahaman tentang bagaimana untuk bermain voli akan sangat mempengaruhi seberapa baik Anda melakukan keterampilan ini.

Para Pemain

Pada tingkat yang sangat dasar, pemain dalam tim dapat dibagi menjadi 2 jenis.

  1. Pemain barisan depan (serangan / blocker)Pemain barisan depan bertanggung jawab menyerangkan bola ketika setter memberi umpan kepada mereka. Juga, pemain barisan depan mencoba untuk memblok bola yang datang dari lawan.

  2. Pemain barisan belakang (pelintas / penggali) – Para pemain barisan belakang utamanya adalah bertanggung jawab untuk mengoper bola yang berasal dari lawan. Pemain barisan belakang adalah pengumpan utama di tim saat menerima servis dari lawan. Pemain barisan belakang juga menerima serangan bola dari spikers tim lawan.

Posisi

Berikut adalah beberapa posisi voli dasar yang harus Anda fahami ketika Anda belajar bagaimana untuk bermain voli.

Setter
A setter tugas utamanya adalah untuk mengatur bola ke spikers atau pemukul bola. Hal ini dilakukan dengan menunggu tim untuk mengoper bola kepada mereka.

Spiker
A spiker (penyerang) adalah pemain yang menyerangkan bola melewati net. Spiker adalah pemain barisan depan dan tugas utama mereka adalah untuk spike atau memukul bola di depan net.

Passer atau Pengoper
Seorang pengoper bola adalah pemain yang mengoperkan bola ke setter atau pengumpan. Semakin baik seorang passer mampu mengoperkan bola ke setter atau pengumpan, semakin mudah setter untuk mengatur bola sehingga kemungkinan dapat menghasilkan serangan yang lebih baik dari spiker tersebut.

Digger atau defender
Seorang yang bertahan untuk menerima serangan adalah pemain defensif yang mengoper bola ke setter. Digger/defender ini harus terampil menerima serangan keras yang dilakukan oleh spiker lawan dan memburu untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan lawan.

Server
Server adalah pemain di tim yang menempatkan bola ke dalam lapangan permainan lawan saat untuk memulai reli. Para pemain yang mengerti cara bermain voli yang terbaik sering melakukan servis terbaik di timnya.

Dipublikasi di Article | 2 Komentar

Tim Putra Pamekasan Pecundangai Sidoarjo 3-2

Sidoarjo tersingkir di Kejurprov Bola Voli Remaja Sejawa Timur 2013 Probolinggo

Dipublikasi di Article | 1 Komentar